Bercocok Tanam: Tips Tanaman
News Update
Loading...
Showing posts with label Tips Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Tips Tanaman. Show all posts

Thursday, December 10, 2020

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Semakin dikenal, buah naga menjadi salah satu buah yang di favoritkan masyarakat Indonesia. Maka dari itu, banyak orang yang juga tertarik untuk menanamnya.


Buah naga sendiri mempunyai warna yang cerah serta kandungan air yang sangat tinggi. Bagaimana cara menanamnya? Buah ini sangat baik jika ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 20 hingga 500 mdpl.

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Tata cara penanaman pun harus dilakukan dengan tepat. Sebab jika salah langkah, justru bunganya akan rontok dan tentunya gagal penyerbukan yang sekaligus tanaman tersebut tidak akan berbuah.


Selain itu, tanaman buah naga juga membutuhkan air yang cukup. Sebab batangnya tidak tahan kering, namun juga akan membusuk jika kelebihan air.


Ingin mencoba menanam sendiri buah naga di rumah? Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.

 

1. Memilih Pot

Dalam hal ini, anda harus mencari pot dengan diameter minimal 40cm, sedangkan untuk tingginya 40cm. Dikarenakan buah naga bisa tahan hingga 20 tahun, maka pilih pot yang kuat dan sesuai.


2. Memilih Bibit

Bibit yang sehat tidak ada bercak dan tentunya tampak lebih segar. Sebab bibit yang buruk hanya akan menghasilan pohon yang tinggi tanpa buah.


3. Buat Tiang

Meski bisa tumbuh menjulang tinggi, namun batang buah naga tidak kokoh. Sebab buah naga tergolong pada jenis kaktus yang batangnya hanya berisi air.


Buatlah tiang sebagai penyangga, serta kreasikan sendiri agar batang buah naga bisa merambat dengan maksimal.


4. Membuat Media Tanam

Buah naga sulit tumbuh pada media tanam yang sangat basah. Bahkan setelah turun hujan, anda harus mengeringkan media tanam yang dipakai.


Bahan yang baik untuk media tanam ialah : tanah, pasir, pupuk kandang, batu bata merah / kerikil, dan kapur pertanian.


Selanjutnya, masukkan semua bahan tadi (hancurkan terlebih dahulu) ke dalam pot. Tujuan pemberian kerikil agar berfungsi sebagai porositas agar air tidak menggenang.


5. Memindahkan Bibit ke Pot

Masukkan bibit buah naga pada pot yang sudah di isi media tanam. Pastikan tiang penyangga terpasang baik. Dan berikan tekanan agar media tanam menjadi kokoh.


Letakkan pot yang sudah ditanami bibit pada area yang sedikit teduh. Biarkan bibit hidup, setidaknya 1 hingga 2 minggu.


Jika sudah ada tanda kehidupan, seperti halnya muncul tunas baru, maka pot bisa dipindahkan pada area yang terpapar sinar matahari secara langsung.


6. Penyiraman Dan Pemangkasan

Siram tanaman buah naga secara rutin, namun hindari air menggenag. Apabila musim kemarau, siram 2 kali sehari.


Selanjutnya, anda bisa memangkas sulur buah naga ang tidak sehat. Pangkas pula tunas baru apabila terlalu banyak.


7. Pemupukan

Pupuk sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah naga. Dalam hal ini, anda bisa menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk buatan.


Ketika tanaman sudah siap berbuah, gunakan pupuk dengan kandungan P dan K-nya tinggi. Contoh paling sederhana ialah pupuk kandang dari kotoran kambing.


Selain beberapa langkah penanaman dan perawatan diatas, anda juga perlu menyiangi gulma yang tumbuh di dalam pot. Bersihkan rumput yang bisa mengambil nutrisi yang seharusnya diambil oleh buah naga.

Monday, November 23, 2020

Tips Dan Cara Menanam Edible Flower Paling Mudah

Tips Dan Cara Menanam Edible Flower Paling Mudah

Di Indonesia, Edible flower masih terdengar asing. Akan tetapi belakangan semakin populer karena tanaman ini merupakan jenis bunga yang bisa dikonsumsi.


Dalam hal ini, tidak semua jenis bunga yang bisa digolongkan pada edible flower. Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan. Seperti halnya terbebas dari pestisida serta perawatan yang lebih tepat.

Tips Dan Cara Menanam Edible Flower Paling Mudah

Beberapa jenis bunga yang masuk pada edible flower ialah Marigold, Krisan, Carnation, Nasturtium, Pansy, kembang Zuchibi, Mawar, Matahari, Daylily, Viola dan Lavender.


Yang menjadi poin pertanyaan disini, bagaimana cara menanam dan merawat bunga yang tergolong edible flower? Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak ulasan berikut :


1. Memilih Benih atau Bibit Tanaman

Untuk bisa memperoleh benihs dari jenis ini, anda bisa membeli di toko bibit bunga di wilayah anda. Atau bisa pula dengan memesan langsung di toko online.


Sebelumnya, anda harus menentukan jenis bunga yang akan ditanam. Serta memperhatikan pemilihan benih. Seperti membeli dari seller terpercaya, tanggal kadaluarsa, daya kecambah dan daya tumbuh, sertifikat resmi, dan penyimpanan benih.


2. Mempersiapkan Media Tanam

Umumnya, media tanam yang digunakan adalah tanah. Agar kandungan unsur hara terpenuhi, anda bisa menambah pupuk kandang atau pupuk kompos.


Langkah persiapan yang perlu dilakukan ialah : menyiapkan tanah yang gembur, ayak media tanam agar halus, campur media tanah dan pupuk kandang, masukkan dalam polybag berukuran sedang, letakkan pada lokasi yang sejuk, jauhkan dari polusi atau asap kendaraan, dan diamkan selama 1 minggu sebelum ditanami benih.


3. Langkah Penanaman Edible Flower

Ketika media tanam dan benih sudah siap, maka anda bisa melakukan penanaman. Pilih waktu tanam di pagi hari atau sore hari. Anda juga bisa menyemai benih terlebih dahulu agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan.


Akan tetapi, tidak masalah jika anda menanam langsung di polybag. Selama benih yang digunakan mempunyai kualitas baik, maka pertumbuhannya pun akan baik.


4. Proses Perawatan Dan Pemeliharaan

Langkah ini merupakan elemen penting saat anda menanam edible flower. Bahkan anda tidak dianjurkan menggunakan bahan kimia dalam bentuk pemupukan atapun pengendalian HPT.


Dari sisi penyiraman, cukup dilakukan minimal dua kali sehari. Sedangkan untuk pemupukan, manfaatkan pupuk yang lebih ramah lingkungan. Seperti halnya pupuk kandang atau pupuk kompos.


Hal ini tentunya mempunyai pengaruh besar dalam pertumbuhan tanaman. Bahkan cukup berbahaya untuk dikonsumsi ketika tanaman mengandung bahan kimia yang terlalu tinggi.


5. Proses Edible Flower Berbunga

Kebanyakan jenis tanaman edible flower masuk pada jenis tanaman tahunan. Serta bisa memunculkan bunga pertama ketika sudah berumur 3 bulan setelah tanam. Akan tetapi, untuk tahap selanjutnya tanaman ini akan berbunga sepanjang waktu.


Ketika bunga sudah muncul kuncup, tunggu hingga setengah mekar, dan selanjutnya bisa anda petik dan menjadikannya kudapan.


Mengkonsumsi bunga sedikit terbilang asing, akan tetapi nyatanya hal ini cukup diminati oleh orang luar negeri lantaran masuk pada bagian gaya hidup sehat.

Sunday, November 22, 2020

Tips Membeli Tanaman Online Yang Patut Diketahui

Tips Membeli Tanaman Online Yang Patut Diketahui

Pada masa pandemi yang waktunya masih tidak bisa ditentukan, tidak sedikit orang yang menghabiskan waktunya di dalam rumah. Akan tetapi, banyak pula orang yang semakin produktif dengan membersihkan rumah, memasak, hingga bercocok tanam.


Dalam hal ini, membeli tanaman secara online menjadi cara yang paling sederhana dan juga aman. Sebab anda tidak harus datang langsung, serta meminimalisir adanya penularan Covid-19.

Tips Membeli Tanaman Online Yang Patut Diketahui

Meski dari sisi harga terbilang sedikit lebih mahal, namun cara ini membuat anda lebih tenang serta tetap bisa menyalurkan hobi bercocok tanam.


Nah bagi anda yang ingin membeli tanaman secara online, berikut ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Apa saja?


1. Jeli Dalam Memilih Marketplace

Dengan memilih marketplace terpercaya, maka nantinya anda pun akan memperoleh kualitas tanaman yang sesuai dengan keinginan.


Banyak pedagang yang menawarkan harga dibawah rata-rata, dengan kualitas yang sesuai. Namun tidak sedikit pembeli yang tertipu lantaran penjual kabur dan memblokir akun si pembeli.


Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari tahu dulu siapa pembeli dan dimana lokasinya. Tidak luput pula untuk melihat ulasan dari orang-orang yang sudah pernah menjadi pelanggannya.


2. Melihat dan Membaca Ulasan Pelanggan

Setelah memilih marketplace yang cocok, maka tidak lupa membaca ulasan pada setiap produk yang sudah terjual. Pasalnya cara ini akan membantu anda dalam memberikan estimasi anggaran.


Apabila memang ulasannya bagus, maka bisa menjadi pertimbangan untuk membeli tanaman dari penjual yang sama.


3. Membaca Keterangan Dengan Detail

Umumnya, gambar tanaman yang tampak secara online tidak selalu mirip dengan yang dikirimkan. Supaya anda tidak kecewa, maka baca keterangan secara detail.


Apa yang dikirim pot dan tanah, ukurannya berapa, bisa pula dikirim dengan akr telanjang (tanpa pot), atau bahkan stek muda. Jika anda membaca kebijakan penjual, maka bisa mencegah salah beli.


4. Sesuaikan Tanaman Dengan Opsi Paket Dan Pengiriman

Poin yang juga tidak kalah penting, yakni memperhatikan spesies tanaman yang akan anda beli. Jangan lupa untuk memastikan opsi pengiriman yang tercepat.


Khususnya ketika anda membeli tanaman yang mudah layu atau mati. Sebagai contoh ialah tanaman hias dan juga tanaman yang tidak berkayu.


Apabila masih ragu, jangan sungkan untuk bertanya pada penjual. Apa penjual bersedia untuk menambah lebih banyak tanah, memberi obat anti stress, membuat packing tambahan, intinya bisa menjaga kondisi tanaman saat proses pengiriman.


5. Tambahan Biaya Pengiriman

Biaya pengiriman tentunya menjadi poin penting yang tidak luput dari perhatian. Apabila tersedia layanan antar secara cepat dengan biaya ekstra, maka akan lebih baik dipilih.


Sebab umumnya tanaman tidak boleh menghabiskan lebih dari lima hari dalam kotak (tanpa matahari). Sehingga dengan lebih cepat sampai, maka tanaman tidak matu atau layu.

Saturday, November 21, 2020

Cara Dan Tips Meninggalkan Tanaman Saat Mudik Agar Tidak Layu

Cara Dan Tips Meninggalkan Tanaman Saat Mudik Agar Tidak Layu

Berikut kami akan merangkum tentang cara dan tips meninggalkan tanaman saat mudik agar tetap segar dan tidak layu. Mungkin langkah dibawah ini sangat sederhana, namun sangat penting bagi anda pecinta tanaman.


Terkhusus pada anda yang ingin meninggalkan rumah dengan durasi satu pekan atau lebih. Tentu bisa menjadikan bunga dan tanaman yang subur akan kering, apalagi di musim kemarau.

Cara Dan Tips Meninggalkan Tanaman Saat Mudik Agar Tidak Layu

Mungkin tanaman yang tidak butuh banyak air seperti halnya jenis palem, lidah mertua, dan sirih gading, masih bisa bertahan meski ditinggal lama. Akan tetapi, tanaman lain seperti daun mint, rosemary, oregano, dan yang lainnya, akan mati jika ditinggal terlalu lama.


Anda bisa mencoba meninggalkan tanaman daun mint selama satu atau dua minggu, maka saat sudah pulang, pastinya daun mint tersebut akan kering dan berwarna hitam.


Dalam hal ini, daun mint tidak tahan panas dan air yang terlalu banyak, tidak terkecuali juga tanaman cabai yang butuh penyiraman secara rutin agar daun tidak layu.


Nah, apa yang bisa anda lakukan saat pergi mudik dan meninggalkan rumah dengan kondisi tanaman tidak ada yang menyiram? Terdapat banyak cara yang bisa diterapkan. Lebih singkatnya, mari sumak rangkuman berikut :


Siapkan botol plastik kosong yang masih bisa dimanfaatkan, bahan ini akan kita gunakan untuk irigasi (pengairan) sistem tetes.


Cara penerapannya pun sangat sederhana, botol bekas tadi diisi air hingga penuh. Dan bagian bawah botol dilubangi kecil agar air yang keluar seperti menetes. Selanjutnya botol di ikat dengan tali dan gantug di atas pot tanaman.


Apabila anda tidak memungkinkan untuk menggantung botol, cara lain yang bisa digunakan ialah, lubangi tutup botol kemudian tancapkan kedalam pot atau media tanam.


Cara lain yang bisa diterapkan ialah memanfaatkan plastik es. Caranya ialah dengan menusuk plastik tersebut dengan jarum dan benang pada bagian bawah plastik.


Menusuknya dilakukan dari bagian dalam ke luar. Kemudian lepaskan jarum dari benang serta biarkan benang tetap menempel pada plastik.


Setelah itu, isi plastik dengan air hingga penuh dan ikat bagian atas. Tahap berikutnya cukup meletakkan plastik yang sudah diisi air tadi pada tiap pot serta biarkan air merembes dari benang ke tanah.


Nah, jika tanaman anda terlalu banyak untuk dibuatkan satu botol di setiap potnya, irigasi yang bisa diterapkan ialah dengan memanfaatkan sumbu kompor. Dalam hal ini, sumbu kompor mempunyai sifat menyerap dan menghantarkannya dari ujung yang satu ke ujung yang lain.


Irigasi dengan sistem sumbu kompor ini sangat mudah, cukup memindahkan tanaman pada posisi yang berdekatan, mengelilingi ember besar yang berisi air.


Upayakan ember lebih tinggi dari posisi pot tanaman. Tujuannya ialah supaya air bisa merembes lebih mudah.


Cara penerapan, potong sumbu kompor sesuai jarak yang sudah diatur, karena fungsinya utnuk menghantar air dari ember ke dalam pot. Sumbu yang dibutuhkan pun sesuai dengan jumlah tanaman atau pot.

Friday, November 20, 2020

Tips Dan Cara Menanam Kaktus Di Dalam Rumah

Tips Dan Cara Menanam Kaktus Di Dalam Rumah

Adakah Tips Dan Cara Menanam Kaktus Di Dalam Rumah? Meski menanam kaktus terbilang mudah, akan tetapi harus memperhatikan beberapa poin agar tanaman tersebut tidak layu atau bahkan mati.


Nah, jika anda hendak menanam kaktus di dalam ruangan. Tentu harus melakukan cara yang tepat. Sebagai contoh ialah jangan terlalu sering menyiramnya, cukup menjaga kelembapan media tanam agar kaktus tetap bisa hidup.

Tips Dan Cara Menanam Kaktus Di Dalam Rumah

Untuk memberikan pemecahan masalah, disini kami sudah merangkum beberapa poin yang mungkin bisa membantu anda.


Dalam hal ini, anda hanya perlu memahami beberapa poin dasar dalam merawat kaktus sebagai tanaman hias. Untuk lebih singkatnya, mari kita simak ulasan berikut ini.


1. Perhatikan Pencahayaan

Kondisi cahaya yang kuat, sangat penting untuk tetap bisa menjaga kesehatan kaktus gurun. Sedangkan untuk kaktus hutan, lebih suka cahaya matahari namun tidak langsung seperti kaktus gurun.


Langkah penerapan yang tepat, anda harus memindahkan kaktus anda ke luar ruangan ketika matahari sudah muncul. Kemudian memindahkannya kembali jika di rasa sudah cukup.


2. Memperhatikan Kondisi Tanah / Media Tanam

Tidak sedikit orang yang abai dengan media tanam yang mereka gunakan. Untuk menanam kaktus, anda perlu mengubah pot biasa dengan zat anorganik.


Sebagai contoh ialah perlit, dengan tujuan untuk meningkatkan drainase serta aerasi. Sedangkan untuk kaktus hutan, pergunakan campuran pot biasa.


3. Jaga Asupan Air

Anda perlu menyiram kaktus setiap kali kompos mulai mengering. Selama proses penyiraman ini, pastikan bahwa tanaman disiram secara menyeluruh.


Kesalahan yang biasanya terjadi pada kaktus gurun ialah, tidak sedikit orang yang terlalu banyak menyiram air. Sehingga bisa memicu pembusukan, baik itu pada pangkal tanaman ataupun pada ujung area yang tumbuh.


Apabila pembusukan sudah berlanjut, maka anda perlu menanam kaktus baru dari stek atau membuang keseluruhan tanaman.


4. Cek Suhu Dan Kelembapan

Saat masih dalam masa pertumbuhan, kaktus gurun lebih suka berada pada suhu panas dan kering. Kisaran suhu berada di 21 derajat Celcius hingga 26 derajat Celcius.


Sedangkan untuk kaktus hutan mempunyai kelembapann yang berbeda, selama musim dingin, kaktus hutan mempunyai jangkauan yang luas, yakni kurang dari 21 derajat Celcius.


5. Lakukan Pemupukan

Pada kaktus gurun, pergunakanlah pupuk selama masa tanam. Dalam hal ini, sejumlah pertani mempunyai hasil yang buruk dengan penggunaan pupuk standar. Sehingga cukup layak untuk dijadikan alasan dalam mencari pupuk kaktus khusus.


Sedangkan untuk kaktus hutan, gunakanlah pupuk standar selama musim tanam. Dalam hal ini, anda juga bisa mengurangi pemberian pupuk selama musim tanam.


6. Bersihkan Dari Hama Umum

Hampir keseluruhan jenis kaktus sangat rentan dengan hama, tidak terkecuali kutu putih, sisik, agas jamur, dan tungau laba-laba.


Pada kebanyakan kasus, tidaklah mustahil untuk membersihkan hama tersebut dengan bantuan kapas dan air.

Wednesday, November 18, 2020

Tips Tanam Jambu Kristal Agar Cepat Berbuah

Tips Tanam Jambu Kristal Agar Cepat Berbuah

Sekedar untuk tambahan referensi, jambu kristal merupakan salah satu hasil percobaan dari pengembangan jamu biji. Sedangkan untuk jambu biji sendiri, tampak kurang diminati lantaran rasanya yang sepat dan mempunyai banyak biji.


Bagaimana dengan jamu kristal? Jami ini kian banyak diminati dikarenakan bijinya yang hampir tidak ada. Bahkan peminatnya sudah mencapai kalangan atas.

Tips Tanam Jambu Kristal Agar Cepat Berbuah

Tidak mengurangi manfaat jamu biji, jambu kristal juga mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik. Mulai dari vitamin A, kalium, vitamin C dan Antioksidan.


Kandungan ini mempunyai peranan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh serta terbilang efektif untuk mencegah radikal bebas dan penyakit kanker.


Nah sebelum anda benar-benar menanam jambu kristal, poin pertama yang harus diketahui ialah dengan memahami syarat tumbuh dari tanaman tersebut.


Tanaman jambu kristal suka hidup pada lingkungan yang mempunyai iklim tropis. Tingkat kelembapan yang baik berkisar antara 70% hingga 90%.

 

Jambu kristal juga bisa ditanam pada dataran dengan ketinggian 50 hingga 1000 mdpl. Sedangkan untuk suhu terendah tidak boleh melebihi 15 derajat Celcius dan maksimal 34 derajat Celcius. Ingin menanam jamu kristal di rumah? Perhatikan langkah berikut :


1. Mempersiapkan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri batang yang kuat, tumbuhnya tidak kerdil, berdaun rimbun, serta tidak terserang hama atau penyakit.


Umumnya, bibit dengan kualitas bagus dihasilkan dari proses stek batang (cangkok) dibanding dengan proses kembangbiak biji. Pilihlah bibit yang memang bagus dengan tinggi antara 50 hingga 100 cm.


2. Proses Penanaman

Umumnya tanaman jambu kristal ditanam pada area khusus. Akan tetapi, apabila anda tidak mempunyai lahan, bisa pula ditanam pada media pot atau polybag.


Siapkan lahan yang sudah diberikan lubang selama 2 minggu sebelum bibit ditanam.
Biarkan lahan tersebut terkena paparan sinar matahari selama 7 hari.


Tambah pupuk pada sepertiga lubang serta biarkan selama 3 hari sebelum bibit ditanam.
Siram tanah untuk menjaga kelembapan dan jaga sirkulasi air dengan sistem yang baik.


3. Langkah Penanaman Dan Perawatan

Dari sisi penyiraman, anda bisa melakukannya sebanyak 1 kali sehari jika memang cuaca dalam keadaan panas. Akan tetapi, pastikan daerah sekitar akar tetap lembab.


Jika sedang dalam musim penghujan, hentikan penyiraman agar akar tidak busuk. Berikan pupuk jika bibit sudah berusia 3 bulan.


Selain itu, anda perlu membersihkan gulma yang ikut tumbuh bersama jambu kristal. Nah, untuk memastikan pohon memang tumbuh kuat, jaga agar pohon tidak berbuah selama 1 tahun pertama.


Lakukan pemangkasan agar tidak tumbuh lebih dari 2 meter. Tujuan dilakukannya langkah ini, agar pohon lebih produktif serta nantinya akan mempermudah proses pembungkusan buah.


4. Menikmati Hasil Panen

Panen jambu kristal terbagi dengan dua masa, yakni pra panen dan panen. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak rincian berikut :


=> Masa Pra Panen

Sebelum memanen, buah yang sudah muncul akan lebih baik dibungkus terlebih dahulu. Langkah ini ditujukan agar bisa melindungi buah dari serangan hama atau penyakit.
Pembungkusan sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan plastik ataupun kertas.


=> Masa Panen

Saat buah sudah matang, tentu masa panen pun sudah tiba. Anda bisa memanen buah tersebut di pagi hari. Sebab sinar matahari bisa berpengaruh pada kondisi buah.

Tuesday, November 17, 2020

Tips Tanam Daun Pandan Dalam Polybag Paling Mudah

Tips Tanam Daun Pandan Dalam Polybag Paling Mudah

Adakah Tips Tanam Daun Pandan Dalam Polybag Paling Mudah? Jika anda mempunyai pertanyaan yang demikian, pastinya ada keinginan untuk menanam sendiri daun pandan di rumah.


Dalam hal ini, daun pandan memang sangat umum dipergunakan untuk menambah aroma pada masakan. Contohnya ialah untuk membuat bubur, kue, dan yang lainnya.

Tips Tanam Daun Pandan Dalam Polybag Paling Mudah

Perlu anda ketahui, pandan merupakan tumbuhan yang masuk dalam golongan monokotil. Daunnya mempunyai aroma harum yang khas, sehingga sering dipakai untuk memasak.


Pertanyaan lainnya, bagaimana cara menanam daun pandan dalam pot atau polybag? Jika melansir dari beberapa sumber, ada beberapa tahapan yang bisa anda lakukan. Beberapa diantaranya ialah :


1. Menyiapkan Media Tanam

Langkah pertama pada penanaman daun pandan ialah menyiapkan media tanam. Dalam hal ini, dianjurkan untuk menggunakan tanah yang sudah dicampur dengan sekam bakar dan kompos.


Perbandingan yang bisa digunakan ialah 1:2:1 untuk sekam bakar, kompos, dan tanah. Bisa pula dengan memasukkan pecahan bata ke dalam pot sehingga bisa terisi sepertiganya. Selanjutnya tutupi dengan tanah.


Jangan lupa untuk membuat lubang tanam dengan kedalam 22 hingga 27 cm. Penting di ingat, satu pot atau polybag baik digunakan untuk satu lubang tanam.


2. Menyiapkan Bibit Pandan

Bibit pandan bisa anda peroleh dari tetangga yang mempunyai tanaman pandan, atau bisa juga dengan membelinya di toko tanaman terdekat.


Pastikan akarnya berupa akar gantung, tujuannya supaya pandan bisa tumbuh dengan baik. Apabila media tanam sudah disiapkan, maka masukkan bibit dengan arah tegak lurus ke dalam lubang tanam.


Selanjutnya cukup menimbun bibit dengan tanah dan meletakkan pot pada area yang teduh. Hindari terkena paparan sinar matahari selama proses penanaman awal.


3. Langkah Penyiraman

Pandan merupakan tanaman yang memerlukan banyak air. Jadi anda perlu memastikan tanahnya selalu dalam keadaan basah.


Hal ini bisa anda lakukan dengan menyiramnya secara rutin tiap pagi dan sore hari. Akan lebih baik jika penyiraman dilakukan pada sekitar pangkal tanaman, tujuannya agar langsung bisa mengenai bagian akar.


4. Langkah Perawatan Daun Pandan

Jika sudah mulai tumbuh dan tunas semakin membesar, lakukan pemangkasan daun dengan rutin. Langkah ini bertujuan untuk menstimulus pertumbuhan daun pandan menjadi lebih cepat.


Selain itu, langkah ini juga sangat perlu dilakukan apabila terdapat bagian daun yang tampak layu atau menguning. Sehingga daun yang sehat tidak terinfeksi.


5. Proses Pemupukan

Kira-kira 3 bulan dari waktu penanaman, anda bisa mulai memberikan pupuk satu kali dalam sebulan. Pupuk yang baik urea ZA dan KCI untuk mempercepat pertumbuhan.


Apabila tanaman sudah berusia 1 tahun, anda bisa menghentikan pemupukan atau bisa memberikannya pada saat dibutuhkan saja.


6. Masa Panen Daun Pandan

Jika perawatan dilakukan dengan baik, maka anda sudah bisa memanen hasil. Bahkan daun pandan bisa bertahan hidup hingga 20 tahun.


Sedangkan untuk panen pertama, bisa dilakukan saat daun pandan sudah berusia 3 tahun. Pasca itu, anda bisa melakukannya seiap 1 hingga 2 bulan sekali.

Wednesday, October 21, 2020

Cara Agar Tanaman Hidroponik Cepat Panen

Cara Agar Tanaman Hidroponik Cepat Panen

Dibawah ini kami akan merangkum tentang Cara Agar Tanaman Hidroponik Cepat Panen. Merangkum dari beberapa sumber, langkah penerapannya sangatlah sederhana. Agar informasi yang anda peroleh tidak setengah-setengah, simak ulasan ini hingga tuntas.


Tidak bisa dipungkiri jika sistem tanam hidroponik mempunyai banyak keuntungan. Bahkan bisa disebut lebih mudah dari segi perawatan dibanding dengan sistem tanam konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanam.

Cara Agar Tanaman Hidroponik Cepat Panen

Akan tetapi, ada pula beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar tanaman bisa tumbuh optimal. Dengan perawatan yang benar, maka tanaman akan cepat besar, cepat berbuah, dan bahkan lebih cepat panen.


Ada beberapa poin yang harus anda perhatikan agar tanaman hidroponik bisa tumbuh optimal dan cepat panen. Apa saja?


1. Perhatikan Kualitas Air

Air merupakan media utama dalam penerapan sistem tanam hidroponik. Kondisi air yang kotor atau terkena polusi, sangat tidak dianjurkan digunakan pada sistem tanam ini.


Cara yang paling mudah untuk mengecek apa air yang digunakan bersih dan sehat ialah dengan melihat warna, bau, serta tingkat keasaman. Air yang basa atau mengandung alkali yang tinggi akan memicu tanaman tumbuh tidak sehat.


2. Perhatikan Pencahayaan

Semua tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk bisa berfotosintesis. Istilah ini merupakan tahapan produksi makanan pada tanaman untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.


Tanaman yang kurang asupan cahaya matahari, akan tumbuh kurus dan tinggi. Sehingga poin intinya ialah jangan sampai tanaman yang anda budidaya kekurangan sinar matahari.


Apalagi ketika benih masih pecah benih pertama kali. Pada kondisi ini tanaman harus segera terkena paparan sinar matahari. Jika telat atau kurang, maka tanaman akan kutilang.


3. Perhatikan Nutrisi

Nutrisi mempunyai peranan penting pada sistem tanam hidroponik. Sebab semua makhluk hidup membutuhkan nutrisi, tidak terkecuali tanaman.


Dalam hal ini, tanaman yang kurang nutrisi akan tumbuh kurus. Jadi anda harus rutin cek kepekatan larutan nutrisi, jangan sampai kurang ataupun berlebih.


Sebab jika terlalu over, maka tanaman bisa terbakar pucuk dan daun menjadi kering. Jadi rutin cek serta disesuaikan dengan larutan nutrisi. Pengecekan ini bisa dilakukan dengan TDS meter.


4. Perhatikan Suhu

Tanaman membutuhkan suhu optimal untuk bisa tumbuh baik. Tanaman yang terkena suhu terlalu panas akan mudah layu dan akar tanaman membusuk. Sering-seringlah semprot tanaman dengan air biasa, paling tidak 2 hingga 3 kali dalam sehari.


5. Perhatikan Oksigen

Sebagai pekebun hidroponik, maka anda harus memperhatikan kebutuhan oksigen pada tanaman. Hal ini sangat terkait dengan pengambilan nutrisi oleh akar.


Sangat penting menjaga kadar oksigen dalam air. Sedangkan kondisi air yang diam akan membuat tanaman sulit untuk mengambil nutrisi penting.


Setidaknya, anda harus sering mengaduk larutan nutrisi setiap pagi. Namun untuk mempermudah bisa pula memanfaatkan aerator.

Taman Belakang

[Taman][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done