Bercocok Tanam: Tanaman Obat
News Update
Loading...
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts

Monday, March 22, 2021

Tanaman Hias Ekor Kucing Dan Manfaatnya Untuk Tubuh

Tanaman Hias Ekor Kucing Dan Manfaatnya Untuk Tubuh

Selain berguna sebagai tanaman hias, nyatanya bunga ekor kucing mempunyai manfaat tanaman obat. Kemampuannya dipercaya sangat ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sekaligus mempercepat penyembuhan luka.

Tanaman Hias Ekor Kucing Dan Manfaatnya Untuk Tubuh
Sekedar untuk tambahan referensi, tanaman ekor kucing mempunyai nama latin Acalypha hispida Burm. F. Serta merupakan jenis tanaman yang berasal dari Hindia Barat.

Sesuai dengan namanya, tumbuhan ini mempunyai bunga yang dikeuarkan oleh ketiak daun. Seperti halnya ekor kucing.

Warna dari tanaman ini merah hapir serupa dengan darah. Lantaran mempunyai bentuk yang unik, bunga ini sering dijadikan tanaman hias serta biasa ditanam di pekarangan rumah.

Yang menjadi poin pertanyaan disini ialah, apa saja manfaat tanaman ekor kucing? Bagian dari tanaman ekor kucing bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal. Termasuk diantaranya bagian daun dan bunganya.

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari kandungan senyawa alami yang baik untuk tubuh. Sedangkan untuk manfaat secara ringkas ialah, bisa mengatasi disentri, radang usus, mual, muntah, mimisan, BAB berdarah, cacingan, luka bakar, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Agar pengetahuan anda tidak setengah-setengah, berikut beberapa manfaat dari tanaman ekor kucing. Sekaligus cara yang tepat untuk mengolahnya.

1. Menyembuhkan Cacingan

Umumnya gejala cacingan sering terjadi pada kalangan anak-anak. Dalam hal ini, anda bisa memanfaatkan bunga ekor kucing.

Umumnya, gejala cacingan pada anda mempunyai badan yang kurs meski asupan makanan sudah cukup banyak.

Cara mengolahnya ialah dengan merebus 15 gr bunga ekor kucing dengan air bersih secukupnya. Kemudian, dinginkan air yang direbus tadi dan disaring. Selanjutnya anda bisa langsung mengkonsumsi air rebusan bunga ekor kucing tadi.

2. Mengatasi Disentri

Disentri bisa diatasi secara alami, yakni dengan menggunakan bunga ekor kucing sebanyak 10 hingga 30 gram. Cuci bersih bunga tersebut dan rebus dengan air hingga mendidih.

Selanjutnya, tunggu hingga air rebusan menjadi dingin. Saring dan langsung konsumsi untuk memperoleh manfaat dari bunga ekor kucing tersebut.

3. Mengobati Radang Usus

Selain disentri, bunga ekor kucing juga bermanfaat untuk mengatasi radang usus. Cara pengolahannya pun cukup sederhana.

Yakni dengan menyiapkan bunga ekor kucing sebanyak 30 gram, cuci bersih, dan rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Proses selanjutnya cukup dengan meminum air rebusan secara rutin.

4. Mengatasi Luka Berdarah

Luka yang mengeluarkan darah bisa diobati dengan menggunakan daun tanaman ekor kucing. Caranya cukup dengan mengambil segenggam daun tanaman tersebut dan tumbuh hingga halus.

Penggunaannya, cukup dengan membubuhkan daun tanaman ekor kucing yang sudah halus pada luka. Selanjutnya balut dengan kain perban.

5. Menyembuhkan Muntah Darah

Bunga ekor kucing juga ampuh untuk mengatasi muntah darah. Cukup ambil bunga ekor kucing, cuci dan kunyah bersama dengan pinang putih, kencur, jahe, dan daun pulai muda. Lakukan secara rutin agar hasil lebih maksimal.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum. Semoga bisa membantu dan memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

Monday, February 15, 2021

Cara Budidaya Dan Menanam Kunyit Di Rumah

Cara Budidaya Dan Menanam Kunyit Di Rumah

Tidak berbeda dengan jenis tanaman rimpang yang lain, Cara Menanam Kunyit pun bisa anda lakukan dengan mudah. Namun langkah-langkahnya harus diterapkan dengan benar agar hasil lebih maksimal.

 

Kunyit sendiri termasuk pada salah satu jenis bumbu yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang mendinginkan, serta aromanya yang khas. Menjadikan kunyit sangat sulit tergantikan.

Cara Budidaya Dan Menanam Kunyit Di Rumah

Cara menanam kunyit di rumah bisa anda terapkan dengan mengikuti beberapa langkah sederhana yang sudah kami siapkan. Seperti apa da bagaimana? Yuk simak uraian berikut :

 

1. Persiapan Bibit

Poin pertama yang harus diperhatikan ialah pemilihan bibit kunyit. Langkah ini sangat penting untuk menentukan kualitas panen di belakang hari.

 

Dalam hal ini, anda perlu memastikan bahwa bibit kunyit berasal dari indukan yang bagus dan sehat. Ambil rimpang kunyit yang sudah tua, agar hasil lebih bagus dan tunas lebih mudah tumbuh.

 

2. Proses Penyemaian

Cara menyemai kunyit ialah dengan meletakkan rimpangnya pada permukaan tanah yang lembab. Pastikan pula jika rimpang tersebut tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.

 

Selanjutnya, taburi rimpang dengan tanah secukupnya serta siram setiap sore hari agar lebih cepat menumbuhkan tunas.

 

Apabila rimpang kunyit sudah tumbuh sekitar 10 cm, maka ambil tunas tersebut dan potong. Untuk setiap pot atau polybag, diisi dengan satu tunas saja.

 

3. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam untuk budidaya kunyit dipersiapkan dengan mencampur tanah gembur, kompos, dan juga pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Campur semua bahan dan masukkan ke dalam pot.

 

Ukuran pot yang paling ideal ialah mempunyai diameter sekitar 20 cm dan tinggi 40 cm. Masukkan campuran media tanam tadi setinggi 30 cm.

 

4. Memindah Bibit Ke media Tanam

Proses pemindahan bibit harus dilakukan dengan hati-hati. Ikuti beberapa langkah berikut :

  • Buatlah lubang pada media tanam dengan kedalaman sekitar 8 cm. Dan masukkan bibit yang sudah siap.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan media campuran tanah, kompos dan pupuk kandang.
  • Proses akhirnya ialah dengan menyiram bibit hingga tanah menjadi lembab.

 

5. Proses Pemupukan

Agar hasil tanam lebih optimal, tentu penting pula untuk melakukan pemupukan. Gunakan pupuk kompos atau organik dan sebisa mungkin hindari pupuk kimia.

 

Pemupukan bisa dilakukan setiap satu bulan sekali. Kombinasikan tanah, pupuk kandang, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1.

 

6. Penyiraman Kunyit

Penyiraman pada tanaman kunyit bisa dilakukan paling tidak sebanyak 2 hingga 3 hari sekali. Tujuannya agar tanah atau media tanam tetap lembab.

 

Siram tanaman kunyit pada sore hari secukupnya saja. Hindari menyiram terlali banyak, seban air yang tergenang bisa menyebabkan kunyit menjadi busuk.

 

Bagaimana dengan proses panen dari tanaman kunyit? Idealnya setelah tanaman berusia 7 hingga 8 bulan, barulah anda bisa memanen tanaman kunyit.

 

Hal ini agar rimpang kunyit yang dihasilkan lebih sehat, tidak kusut, tidak cepat membusuk, mempunyai berat yang ideal, serta tetap segar meski disimpan dalam kurun waktu yang lama.

Saturday, February 13, 2021

Kaya Akan Manfaat, Ini Dia Cara Menanam Temu Kunci Di Rumah

Kaya Akan Manfaat, Ini Dia Cara Menanam Temu Kunci Di Rumah

Temu Kunci sangat umum digunakan untuk bumbu dapur dan juga tanaman obat. Dibalik semua itu, rimpang yang satu ini juga menyimpan berjuta manfaat untuk kesehatan.

 

Sekedar untuk tambahan informasi, temu kunci merupakan jenis tanaman semak semusim yang mempunyai batang semu. Bentuk dari umbi atau rimpangnya sedikit berbeda dengan rimpang lain.

Kaya Akan Manfaat, Ini Dia Cara Menanam Temu Kunci Di Rumah

Rimpang dari temu kunci berbentuk memanjang ramping, hampir serupa dengan jari. Dan warna rimpangnya kuning muda serta mempunyai aroma yang khas.

 

Jika membaca atau mendengar namanya, tidak sedikit orang yang sudah paham dengan bentuknya. Meski tidak sepopuler jenis rimpang lain, namun temu kunci juga menjadi primadona bagi orang yang suka ramuan herbal.

 

Temu kunci dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Hal ini karena tidak lepas dari kandungan pinostrobin dan pinocembrine yang dikenal sebagai obat anti kanker.

 

Sedangkan di Indonesia, pemanfaatan temu kunci sering dimanfaatkan untuk obat masuk angin, meredadakan gejala sariawan, menyembuhkan batuk, menurunkan demam, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Pertanyaannya, bagaimana cara menanam temu kunci sendiri di rumah? Jika anda mempunyai pekarangan atau sedikit tanah kosong, maka tidak ada salahnya untuk membudidayakan tanaman yang satu ini.

 

Selain berfungsi sebagai apotek hidup, tentu temu kunci juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Poin penting lainnya, rumah anda akan lebih sehat sebab udara di sekitar rumah terasa sejuk dan bersih.

 

Langkah penanaman temu kunci sangatlah mudah. Bisa ditanam di pot atau langsung ditanam di tanah. Berikut cara yang bisa anda lakukan :

 

1. Menanam Temu Kunci Di Pot

Setidaknya ada 5 poin penanaman temu kunci menggunakan media pot. Kesemuanya sangat mudah dan bisa langsung anda praktekkan.

  • Pertama, anda harus menyiapkan pot dengan diameter 40 hingga 50 cm.
  • Siapkan tanah yang sudah digemburkan dan di campur dengan sekam dan pupuk kandang.
  • Ambil anakan temu kunci, usahakan mengambil bibit yang kondisinya baik dan tidak busuk.
  • Selanjutnya, tanam anakan temu kunci tersebut pada pot dan letakkan pada area yang terkena paparan sinar matahari secara langsung. Baik itu di depan ataupun belakang rumah.
  • Jika sudah selesai, maka lakukan penyiraman setidaknya 1 kali sehari.

 

2. Menanam Temu Kunci di Tanah Langsung

Berbeda dengan menanam di pot, menanam temu kunci langsung di tanah juga sangat mudah. Berikut langkah selengkapnya :

  • Pertama, cari dan tentukan lokasi yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Gali tanah tersebut dengan kedalaman 10 hingga 15 cm. Diamkan selama kurang lebih 3 hari untuk mengurangi tingkat keasaman tanah.
  • Masukkan anakan (bibit) temu kunci ke dalam lubang, kemudian tutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan sekam dan pupuk organik.
  • Lakukan penyiraman sehari sekali untuk menjaga kelembapan tanah.

 

Selamat mencoba!

Thursday, February 11, 2021

Cara Budidaya Dan Menanam Jahe Merah Dalam Polybag

Cara Budidaya Dan Menanam Jahe Merah Dalam Polybag

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, budidaya jahe merah menjadi primadona karena mempunyai manfaat untuk menambah daya tahan tubuh. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya sendiri, berikut tips yang bisa anda ikuti.

 

Seperti yang kita ketahui, usaha budidaya jahe merah menjadi salah satu bidang usaha dalam bidang agribisnis yang cukup populer serta bisa menguntungkan.

 

Cara Budidaya Dan Menanam Jahe Merah Dalam Polybag
Pada kalangan masyarakat pedesaan khususnya, banyak dari mereka membudidayakan jahe merah yang kemudian dijual ke masyarakat kota. Atau bahkan hingga di ekspor ke luar negeri dikarenakan permintaan yang cukup tinggi.

 

Dan kenyataannya, budidaya jahe merah juga bisa dilakukan di pekarangan dengan lahan yang sempit, yakni dengan menggunakan polybag ataupun karung bekas pakan.

 

Media tanam yang dibutuhkan berupa tanah, pupuk organik dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Sedangkan untuk bibitnya, bisa diambil dari tanaman jahe yang sudah tua. Cirinya ialah tajuk sudah kering.

 

Bagaimana langkah yang harus dilakukan dalam proses penyemaian, perawatan, hingga panen? Sebenarnya sangat sederhana saja, cukup ikuti langkah berikut :

 

1. Proses Penyemaian

Untuk proses pertama ini, anda bisa memanfaatkan peti kayu. Pada bagian dasar peti letakkan bibit satu lapis. Selanjutnya beri sekam padi atau abu gosok, begitupun seterusnya dan yang paling atas ialah sekam padi atau abu gosok.

 

Dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu, benih akan mulai tumbuh. Jika sudah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm atau 3 hingga 5 daun, jahe sudah bisa ditanam di polybag.

 

2. Proses Penanaman

Proses penanaman bibit jahe dalam polybag atau karung harus dilakukan dengan hati-hati. Buat lubang pada polybag sesuai dengan ukuran bibit, selanjutnya masukan media seperti tanah, pasir dan pupuk organik.

 

Kemudian tutup dengan media di sekitarnya dan padatkan ala kadarnya saja. Pasca proses penanaman selesai, media dan bibit harus sering disiram dengan air secukupnya supaya pertumbuhannya maksimal.

 

3. Proses Pemeliharaan

Langkah pemeliharaan tanaman jahe dalam polybag sangatlah mudah. Sebab hanya anda hanya perlu melakukan penyiangan, penyiraman, penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Setidaknya, sekitar usaia 10 bulan jahe merah sudah bisa dipanen. Tanaman yang tampak sudah tua dan siap dipanen ialah pohonnya yang sudah melewati masa mengering. Hal ini bisa diketahui dari daun dan batang yang berubah menjadi kuning dan sudah mengering.

 

4. Proses Panen

Untuk memanen jahe dalam polybag sangatlah mudah. Sebab anda tidak harus susah payah menggali atau sejenisnya. Anda hanya perlu emenggunakan cetok atau bisa langsung dengan merobek polybag yang sudah mulai lapuk.

 

Dengan hati-hati, angkat rimpang jahe agar tidak rusak. Kemudian bersihkan dari tanah serta kotoran yang masih menempel.

 

Untuk satu rumpun tanaman jahe yang ada dalam satu media tanam polybag, umumnya bisa menghasilkan rimpang mulai dari 2 hingga 5 kg.

Sunday, February 7, 2021

Cara Menanam Ginseng Jawa Agar Tumbuh Subur Dan Sehat

Cara Menanam Ginseng Jawa Agar Tumbuh Subur Dan Sehat

Bagaimana Cara Menanam Ginseng Jawa Agar Tumbuh Subur Dan Sehat? Informasi untuk pecinta tanaman, ternyata ginseng jawa bisa ditanam pada media pot atau polybag. Penasaran? Yuk simak rangkuman berikut!

 

Seperti yang kita ketahui, menanam ginseng di rumah bisa suatu hobi atau bahkan dijadikan lahan bisnis sampingan jika di geluti secara serius.

Cara Menanam Ginseng Jawa Agar Tumbuh Subur Dan Sehat

Akan tetapi, sebelum masuk pada pembahasan yang lebih lanjut. Anda juga harus paham dan kenal dengan jenis tanaman yang satu ini.

 

Ginseng sendiri merupakan sejenis tanaman yang mempunyai bentuk seperti akar yang menyerupai manusia. Meski identik dengan Korea Selatan, namun nyatanya ginseng tidak hanya tumbuh di negara tersebut.

 

Melansir dari beberapa sumber, setidaknya ada 3 jenis ginseng berdasar dari lokasi tumbuh. Beberapa diantaranya ialah ginseng Asis (Oriental), Ginseng Amerika, dan Ginseng Siberia.

 

Untuk syarat tumbuh dari tanaman ini ialah berada di ketinggian sekitar 0-1 hingga 1.600 mdpl, mempunyai suhu 2-33 derajat Celsius, kondisi tanah yang sibur, serta mempunyai sistem irigasi yang baik.

 

Untuk bisa budidaya ginseng Jawa dengan media pot, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Beberapa diantaranya mencakup :

 

1. Menyiapkan Benih

Ada dua cara menanam ginseng, pertama dengan menyemai biji, dan kedua ialah dengan metode stek batang. Akan tetapi, kedua cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan saat memilih bibit : Berasal dari tanaman induk yang sehat dan sudah matang, sudah disimpan selama 3 hari pada area yang lembab, serta dipotong pada bagian pangkah dengan bentuk miring.

 

2. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam yang harus disiapkan juga sangat bervariasi, mulai dari pupuk kandang, tanah gembur, arang sekam, pot atau polybag, cetok, dan air secukupnya.

 

3. Proses Penanaman Bibit

Setelah semua perlangkapan siap, maka anda sudah bisa menuju pada proses penanaman. Berikut dua cara menanam ginseng yang bisa anda lakukan :

 

Menaman Ginseng Dengan Metode Semai Biji

  • Campur tanah gembur, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 serta aduk semuanya menggunakan cetok.
  • Masukkan bahan tadi pada media tanam pot atau plybag dan tebarkan biji
  • Tutup dengan campuran tanah dan pupuk dan siram dengan air secukupnya.


Menanam Ginseng Dengan Metode Stek Batang

  • Campur tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1
  • Masukkan bahan tadi pada media tanam dengan ukuran sedang (ketinggian sekitar 15 cm)
  • Buat lubang di bagian tengah dn tancapkan ginseng jawa yang sudah disiapkan.
  • Tambah campuran tanah dan pupuk kandang kemudian padatkan tanah agar ginseng bisa berdiri tegak
  • Siram dengan air secukupnya hingga tanah menjadi lembab.

 

4. Proses Pemeliharaan

Setelah proses penanaman, tentu anda harus melakukan perawatan yang baik agar ginseng bisa tumbuh maksimal. Setidaknya ada 3 poin yang patut diperhatikan.

 

Penyiraman : Siram ginseng sebanyak 2 hingga 3 kali sehari, sesuai usia tanaman. Jangan menyiram terlalu berlebihan agar tanamanginseng tidak busuk.

 

Penyulaman : Langkah ini penting dilakukan jika tanaman tidak tumbuh atau mati. Gantilah bibit dengan yang baru agar pertumbuhan bisa dilakukan serentak.

 

Pemupukan : Pakai pupuk serbuk atau cair dalam proses pemupukan. Setidaknya anda bisa melakukannya minimal 1 hingga 2 bulan sekali.

 

Bagaimana dengan proses panen? Jika usia tanaman sudah mencapai 4 hingga 5 bulan, maka Ginseng Jawa pun sudah bisa dipanen.

Saturday, January 23, 2021

Cara Menanam Daun Mint Menggunakan Stek Batang

Cara Menanam Daun Mint Menggunakan Stek Batang

Pada dasarnya, Cara Menanam Daun Mint Menggunakan Stek Batang sangatlah sederhana. Yang terpenting anda sudah paham dengan langkah-langkah yang harus dilakukan. Seperti apa dan bagaimana? Akan lebih baik jika anda menyimak artikel ini hingga tuntas.


Daun mint termasuk salah satu herbal yang mempunyai banyak manfaat. Aroma yang segar serta daunnya yang berkhasiat, menjadikan banyak orang untuk menanamnya.

Cara Menanam Daun Mint Menggunakan Stek Batang

Daun mint bisa dijadikan tanaman hias yang cantik, baik di dalam (indoor) atau di luar rumah (outdoor). Tanaman ini bisa menjadi penutup tanah, dirambatkan pada pagar, serta bisa juga ditanam dalam pot.


Selain berkhasiat obat, daun mint dikenal juga sebagai pengusir nyamuk dan menyegarkan udara. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, daun mint digunakan untuk teh dan campuran masakan.


Bagi anda yang penasaran dengan cara menanam daun mint, berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan :


1. Pemilihan Batang

Menaman daun mint bisa dilakukan dengan metode stek batang, bahkan pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan cara lain.


Tingkat keberhasilan dari stek batang sangat tinggi. Sehingga agar upaya anda tidak gagal, harus pintar dan memastikan sudah memilih batang yang berkualitas.


Dalam hal ini, anda bisa memilih batang yang segar dan tidak layu. Pastikan pula kulit batang berwarna hijau kecokelatan serta tidak cacat. Pastikan juga batang mint terbebas dari hama dan kotoran.


2. Pemotongan Batang

Ketika sudah mendapat batang yang tepat, maka anda bisa memotongnya. Potong dengan panjang minimal 5 hingga 7 cm. Anda bisa menggunakan pisau atau gunting untuk memotongnya.


Pada bagian bawah batang, buang daun dan sisakan 3hingga 4 daun di bagian atas. Potong pula beberapa batang lain dengan cara yang sama.


3. Perendaman Batang

Setelah dipotong dan dibersihkan daunnya, maka anda bisa merendam batang mint dalam air. Siapkan gelas atau toples yang di isi air. Masukkan batang hingga bagian bawah terendam air. Akan tetapi, jangan sampai pada bagian daun di pucuk.


Diamkan selama satu minggu. Pada masa ini, ganti air setiap 4 atau 5 hari sekali. Tujuannya agar tanaman tidak membusuk.


4. Pemindahan Bibit Daun Mint

Setelah batang mint tumbuh akar yang cukup panjang, maka anda sudah bisa memindahnya pada media tanah. Sebelumnya anda harus menyiapkan pot yang sudah diisi tanah. Mint suka tanah dengan pH sedikit asam, antara 6,5 hingga 7,0.


Buat lubang dengan jari dan masukkan batang mint yang kemudian dipadatkan. Batang harus tegak dengan kedalaman 2-3 cm. Pastikan lubang tanah tertutup dengan baik.


5. Perawatan Daun Mint

Langkah perawatan yang paling penting dalam penanaman daun mint hanyalah menjaga kelembapan tanah. Jadi pastikan tanah tetap basah dan tidak kering.


Tanaman mint sangat suka dengan naungan parsial. Jadi anda bisa meletakkannya di bawah sinar matahari asal sering disiram. Berikan pula pupuk organik 1 minggu sekali.


6. Pemanenan Daun Mint

Anda bisa memanen daun mint jika panjang batangnya sudah mencapai 6 hingga 8 inchi. Jangan memanen lebih dari sepertiga tanaman dalam sekali panen. Sebab bisa menyebabkan tanaman melemah.

Sekian dari kami dan semoga bisa membantu bagi yang membutuhkan. Selamat mencoba!

Thursday, January 21, 2021

Purwaceng, Tanaman Khas Dieng Yang Kaya Manfaat

Purwaceng, Tanaman Khas Dieng Yang Kaya Manfaat

Tanaman purwaceng atau yang juga dikenal dengan antanan gunung (Pimpinella pruatjan), merupakan tanaman berkhasiat obat yang tergolong suku Apiaceae. Tumbuhan ini banyak dikenal lantaran khasiat afrodisiak yang bisa diperoleh dari akarnya. Akar tersebut diolah dalam bentuk bubuk yang dikonsumsi bersama kopi atau susu.


Sedangkan untuk ciri, penampakan dari fisik purwaceng dalam bentuk terna kecil dan tumbuh mendatar di atas permukaan tanah seperti halnya pegagan dan semanggi. Daun berukuran kecil warna hijau kemerahan.

Purwaceng, Tanaman Khas Dieng Yang Kaya Manfaat

Jika dibahas lebih lanjut, tanaman ini hanya bisa ditemukan di pulau Jawa. Dampak dari populasi yang rendah serta permintaan industri, saat ini purwaceng semakin langka karena hanya tumbuh di daerah pegunungan tinggi.


Wilayah yang diketahui masih ditumbuhi purwaceng ialah Dieng, Jawa Tengah. Banyak pecinta tanaman yang sudah berupaya untuk memperbanyak (budidaya) yanaman ini, namun merasa kesulitan karena sulit menghasilkan biji.


Sejak dulu kala, khasiat afrodisiak dari purwaceng memang sudah tercatat oleh kalangan istana di Jawa. Beberapa penelitian ilmiah pun di mulai untuk mengetahui secara pasti manfaat dari tanaman tersebut.


Dari sejumlah penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa efek nyata pemberian tanaman terhadap kemampuan kesehatan pria sangat ampuh. Maka dari itu, tanaman ini menjadi buruan dan tidak sedikit pula yang berniat untuk budidaya sendiri di rumah.


Menurut yang kami kutip dari hasil studi peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007. Seluruh bagian dari tanaman purwaceng bisa digunakan sebagai obat tradisional. Akan tetapi, bagian yang paling berkhasiat ialah akarnya.


Dibenarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, purwaceng mempunyai sifat diuretika dan afrodisiak. Fungsinya ialah untuk meningkatkan atau menambah stamina.


Secara umum, tanaman dengan kemampuan seperti ini mempunyai kandungan berupa senyawa saponin, alkaloid, tanin serta beberapa senyawa lain dengan manfaat untuk menguatkan tubuh dan memperlancar peredaran darah.


Selain itu, akar purwaceng mempunyai kandungan senyawa turunan (kumarin) yang sering dipergunakan dalam industri obat modern. Namun bukan untuk afrodisiak, melainkan untuk obat anti bakteri, antu fungi, dan anti kanker.


Akan tetapi, sebuah penelitian yang bersumber dari buku Mitos Seputar Masalah Kesehatan Reproduksi, menyebut jika purwaceng bisa meningkatkan stamina pria, meningkatkan hormon testosteron, serta meningkatkan jumlah spermatozoid.


Untuk memperoleh manfaat yang memang benar-benar bisa dirasakan, purwaceng harus diminum selama 7 hingga 15 hari. Terlepas dari itu, tanaman ini juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, saraf, otot, mengatasi masuk angin, pegal linu, meluruhkan saluran kemih, bersifat analgesik, menurunkan demam (panas), obat cacingan, anti bakteri, dan juga anti kanker.


Purwaceng yang masih asli (tanpa campuran), mempunyai rasa yang sangat khas. Yakni bercita rasa pedas yang diperoleh dari bagian akar dan biji.

Tuesday, December 8, 2020

Manfaat Dan Cara Menanam Temu Rapet Dalam Pot

Manfaat Dan Cara Menanam Temu Rapet Dalam Pot

Ingin tahu manfaat dan cara menanam temu rapet? Yuk simak ulasan singkat yang sudah kami rangkum dibawah ini.


Dilansir dari berbagai sumber, temu rapet atau yang juga dikenal sebagai kunci pepet, merupakan sejenis rempah yang berbentuk rimpang. Bahkan banyak yang menyebut jika tanaman ini masih satu kerabat dengan kencur.

Manfaat Dan Cara Menanam Temu Rapet Dalam Pot

Berbeda dengan kencur yang umum dipakai untuk bumbu dapur, temu rapet lebih khusus digunakan untuk pengobatan karena khasiat didalamnya. Terlepas dari itu, bentuk daunnya yang indah juga menjadikan temu rapet sebagai tanaman hias.


Di beberapa daerah, temu rapet dikenal dengan beragam panggilan. Seperti halnya temu putri, temu lilin, kunir putih, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Seperti apa ciri dari temu rapet? Dikutip dari Wikipedia, tanaman ini berbentu terna yang tidak seberapa tinggi, tegak, dan mempunyai sekitar 2 hingga 5 helai.


Daunnya bertangkai dengan pelepah sepanjang 7 hingga 24 cm. Bentuk helaiannya menjorong dan sering muncul pola kembang yang simetris, hijau dan keputihan.


Sedangkan dari sisi penyebaran, temu rapet diduga berasal dari wilayah Indocina. Akan tetapi bisa ditemukan pula menyebar alami di wilayah Asia, tidak terkecuali Indonesia.


Tumbuhan yang satu ini banyak ditemukan dan bisa tumbuh subur di hutan jati, pegunungan bahwa, hutan bambu, serta padang-padang rumput dengan ketinggian hingga 1.300 mdpl.


Bagaimana jika ingin budidaya tanaman temu rapet? Tidak berbeda dengan keluarganya yang masih tergolong jenis temu-temuan, tamu rapet bisa diperbanyak dengan cara menanam kembali rimpangnya.


Terdapat dua fase dalam pertumbuhan temu rapet, yaitu fase vegetatif yang tumbuhnya bisa dengan daun dan batang semu. Serta fase generatif yang biperbanyak dengan cara mengambil bonggol atau tunas anakan yang tumbuh.


Kenapa temu rapet banyak dikonsumsi sebagai jamu? Apa saja manfaatnya? Selain berperan sebagai tanaman hias, temu rapet juga sangat umum dikonsumsi sebagai ramuan herbal.


Jika secara tradisional, rimpang dari kunci pepet dipakai untuk obat sakit perut dan juga disentri. Umbi kecil dari tanaman ini mengandung air dan mempunyai manfaat untuk mendinginkan.


Sangat tidak heran jika temu rapet ini dimanfaatkan sebagai bedak, pasalnya temu rapet bersifat mendinginkan. Terlebih lagi, campuran jamu untuk ibu melahirkan ini bisa menambah selera makan.

 

Terlepas dari itu, temu rapet juga dipakai untuk pembuatan parfum, anti serangga, dan dijakan bahan makanan dengan cara konsumsi sebagai sayur dan lalapan.


Apa fungsi temu rapet hanya sebagai obat saja? Selain sebagai jamu, tumbuhanya ini nyatanya bisa dipakai untuk pembuatan kosmetik. Rimpang dan umbinya yang didestilasi bisa menghasilkan minyak atisiri.


Kandungan inilah yang mempunyai sineol yang beraroma kamper. Bahkan jika anda hobi memelihara tanaman, bentuk daun dari temu rapet bisa digunakan untuk tanaman hias yang bisa ditanam dalam pot.

Taman Belakang

[Taman][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done