Bercocok Tanam: Bercocok Tanam
News Update
Loading...
Showing posts with label Bercocok Tanam. Show all posts
Showing posts with label Bercocok Tanam. Show all posts

Friday, February 12, 2021

Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar Dalam Polybag

Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar Dalam Polybag

Bagaimana Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar? Seperti yang kita ketahui, lidah buaya merupakan tanaman tropis yang dipercaya mempunyai banyak sekali manfaat. Nah, bagi anda yang ingin budidaya sendiri di rumah, berikut tips yang bisa anda ikuti.

 

Lidah buaya atau yang juga dikenal dengan nama latin Aloe Vera, mempunyai begitu banyak manfaat. Slaah satu kegunaan yang paling populer ialah manfaatnya dalam membantu proses pertumbuhan rambut. Bahkan sering digunakan pada produk-produk kecantikan.

Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar Dalam Polybag

Apa anda ingin menanam lidah buaya di rumah? Berikut tahap demi tahap yang bisa anda lakukan :

 

1. Menyiapkan Polybag atau Pot

Poin pertama yang perlu disiapkan untuk menanam lidah buaya tanpa akar ialah polybag. Dalam hal ini, anda membutuhkan media tanam yang nantinya akan dipakai untuk menanam lidah buaya.

 

Kenapa harus polybag? Polybag yang anda pakai bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari sisi ukuran atau hal lain yang nantinya bisa mempermudah proses penanaman.

 

2. Menyiapkan Media Tanam

Pada tahap kedua, anda harus menyiapkan tanah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam polybag. Tanah ini diharuskan dalam kondisi kering.

 

Kenapa demikian? Lidah buaya sedikit berbeda dengan jenis tanaman lain yang umumnya memerlukan tanah lembab. Sedangkan lidah buaya, justru harus menyiapkan tanah kering.

 

3. Proses Penanaman Lidah Buaya

Anda harus memilih bibit lidah buaya (anakan) yang ukurannya masih kecil. Tentu kualitas juga harus unggul dengan ciri masih segar dan tidak ada bintik hitam pada daun.

 

Selanjutnya, tanam lidah buaya tersebut sama halnya menanam tumbuhan lain pada umumnya. Anda harus menancapkan lidah buaya ke dalam media tanam yang sudah disiapkan, lakukan dengan hati-hati agar bibit tidak rusak.

 

Penting pula anda perhatikan, saat menancapkan kedalam polybag. Disarankan untuk tidakmenancapkan terlalu dalam ataupun terlalu dangkal, sebab bisa menjadikan bibit lidah buaya membusuk. Sehingga nantinya lidah buaya bisa roboh dan mati.

 

4. Waktu Penyiraman

Sangat berbeda dengan tanaman lain, lidah buaya termasuk pada jenis tanaman yang tidak suka dengan air. Apabila anda terlalu banyak menyiramkan air, maka bisa memicu terjadinya pembusukan.

 

Jadi, cukup siram lidah buaya dengan air sedikit saja. Jangan terlalu banyak atau berlebih. Usahakan membuat tanah atau media tanam sedikit basah.

 

5. Proses Perawatan

Cara menanam lidah buaya dalam polybag untuk selanjutnya ialah memperhatikan teknik perawatan yang tepat. Baik dari sisi penyiraman, pemupukan, dan yang lainnya.

 

Untuk jenis pupuk yang bisa digunakan, berikan pupuk npk atau pupuk organik yang lain. Volume pemberian pupuk sekitar 2 gram setiap polybag atau media tanam dan dilakukan setiap dua minggu sekali.

 

Selain itu, anda juga harus memperhatikan pencahayaan tanaman lidah buaya. Letakkan pada area teduh namun sedikit terkena paparan sinar matahari.

Tuesday, February 9, 2021

Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga Dan Berbuah

Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga Dan Berbuah

Bagaimana Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga Dan Berbuah? Agar pengetahuan anda tidak setangah-setengah, berikut beberapa tips yang kami rangkum dari beberapa sumber.


Dalam pembudidayaannya, vanili bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Intinya, budidaya vanili bisa dilakukan dengan penyemaian benih (biji) ataupun dengan metode stek batang.

Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga Dan Berbuah

Perlu diketahui, vanili tidak hanya dibudidayakan di ladang. Namun juga bisa dilakukan di dalam pot ataupun secara hidroponik. Sehingga budidaya tetap bisa dilakukan meski mempunyai lahan sempit.

 

Pertanyaannya, bagaimana cara paling mudah menanam vanili di rumah? Untuk lebih singkatnya, silahkan simak daftar berikut :

 

1. Mempersiapkan Lahan

Media tanam yang digunakan untuk menanam vanili haruslah gembur dan subur. Gunakan campuran pupuk kandang, arang sekam, cocopeat dan sedikit tanah.

 

Penggunaan tanah disini ialah untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun cendawan. Yang terpenting, tanaman ini juga memerlukan bantuan penyangga untuk merambat.

 

2. Menyiapkan Bibit

Pembibitan vanili yang paling mudah ialah dengan menerapkan teknik vegetatif. Caranya ialah dengan memilih bibit unggul dan dipotong dengan panjang sekitar 30 hingga 60 cm.

 

Kemudian, tanam bibit tadi pada polybag kecil dan siapkan paranet untuk menaungi bibit agar tidak layu dan kekeringan.

 

Untuk perawatan, bisa dilakukan penyiraman, pemupukan, dan pembersihan gulma. Lakukan secara teratur dan bibit bisa dipindah saat usia sudah mencapai 3 hingga 6 bulan.

 

3. Proses Perawatan

Perawatan tanaman vanili cukup mudah, yang perlu anda lakukan hanya menyiram, memangkas, memupuk, menyemprot, dan membersihkan gulma.

 

Lakukan penyiraman secara teratur, jangan terlalu basah karena hanya akan menyebabkan busuk akar. Pangkas ujung tunas yang tumbuh terlalu banyak, sehingga nutrisi bisa terserap optimal.

 

Sedangkan untuk pemupukan, gunakan pupuk organik yang terbuat dari pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk yang diterapkan harus sudah matang dan tidak panas.

 

Penyemprotan dan pembersihan gulma, dilakukan untuk mengendalikan penyakit serta tanaman penggangu yang tumbuh di sekitar vanili.

 

4. Proses Penyerbukan

Pada usia 2 hingga 3 tahun setelah penanaman, vanili akan mulai berbunga. Akan tetapi, tanaman ini tidak bisa menyerbuk sendiri dan perlu dilakukan proses pengazinan supaya bunga bisa menjadi buah.

 

Ciri bunga yang sudah siap dikawinkan ialah bagian kelopak dan mahkota bunga sudah mekar. Proses pengawinan bisa dilakukan dengan menggunakan lidi, sebilah bambu ataupun pinset.

 

Buka bagian yang menutupi kepala putik dengan pinset, kemudian ambil tepung pada benang sari dengan lidi atau pinset.

 

Proses selanjutnya, tempelkan serbuk sari pada kepala putik. Jika proses berhasil, maka kelopak bunga akan berguguran setelah 2 hingga 3 hari. Lakukan penyerbukan pada pagi hari agar hasil lebih maksimal.

 

5. Pemanenan

Saat berusia sekitar 7 bulan dari proses pengawinan, maka vanili sudah siap dipanen. Bentuk vanili siap panen berukuran besar dan sudah tua.

 

Pemanenan bisa dilakukan dengan memotong buah atau polong vanili dengan menggunakan gunting. Selanjutnya, vanili bisa dijual dalam keadaan basah atau kering.

Monday, February 8, 2021

Tahapan Dan Cara Budidaya Daun Bidara Di Rumah

Tahapan Dan Cara Budidaya Daun Bidara Di Rumah

Bagaimana Tahapan Dan Cara Budidaya Daun Bidara Di Rumah? Nah bagi anda yang tertarik untuk budidaya tanaman bidara, maka sudah pas jika membaca artikel ini.

 

Pohon bidara dengan nama latin Ziziphus Mautitiana, diduga berasal dari China. Banyak orang yang melakukan budidaya tanaman ini karena dipercaya mempunyai manfaat untuk menangkal ilmu hitam.

Tahapan Dan Cara Budidaya Daun Bidara Di Rumah

Sedangkan dari sisi kesehatan, daun bidara sangat maik dalam membersihkan udara sekaligus sebagai obat herbal untuk mengaatsi depresi.

 

Hal tersebut tentunya tidak luput dari kandungan senyawa yang terdapat pada daun bidara. Bahkan buahnya yang berbentuk bulat berwarna kecokelatan, bisa dikonsumsi dengan cita rasa yang khas.

 

Bagaimana cara menanam daun bidara agar cepat tumbuh dan berbuah? Jika anda memang sudah penasaran, berikut langkah-langkah yang bisa anda lakukan :

 

1. Menanam Bidara Dengan Sistem Generatif (Biji)

Dengan alasan banyaknya manfaat, tidak sedikit orang yang ingin budidaya bidara di rumah. Namun sebelum membudidayakannya, anda harus menumbuhkannya terlebih dahulu dari biji.

 

Terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yakni pisau, lumut, mangkuk, handuk kertas, kantong plastik, pot, dan juga tempat perkecambahan.

 

Anda juga memerlukan biji dari buah yang sudah matang. Atau bisa juga mengambil biji dari buah yang sudah kering. Renda biji tersebut dengan air hangat selama 1 jam dan dikeringkan.

 

Pindahkan bibit dan bungkus dengan lumut yang lembab kemudian diletakkan ke dalam mangkuk. Tutup kembali dan rendam hingga 24 jam.

 

Tabur (tanam) benih pada pot kecil yang sudah di sterilkan. Siram pot dan simpan pada area dekat jendela dengan intensitas caya cerah.

 

Yang terpenting, anda harus memperhatikan tingkat kelembapan media pembibitan. Siram dan setelah 3 hingga 4 minggu perkecambahan, anda bisa memindahnya pada media yang lebih besar.

 

Selanjutnya, bibit akan mulai menumbuhkan daun dewasa atau matang. Sehingga anda pun bisa melakukan pemindahan bibit pada pot yang sudah berisi tanah.

 

2. Lakukan Pemangkasan

Langkah ini bisa anda lakukan saat memasuki musim kemarau. Pangkas kayu atau ranting jika dirasa mengganggu pertumbuhan. Jangan lupa untuk mensterilkan alat pangkas sebelum digunakan.

 

3. Penanaman Bidara di Tanah

Proses budidaya bidara menggunakan biji dan pertumbuhannya sangat mudah tanpa memilih kondisi tanah. Akan tetapi, diperlukan sistem drainase yang baik.

 

Berikan pupuk sebelum memasuki masa pembuahan. Jenis pupuk yang cocok ialah berbagain organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos.

 

4. Solusi Penyakit Dan Hama

Masalah yang sering muncul pada daun bidara ialah busuk akar kapas. Sehingga anda harus menghindari menanam pohon di tempat sebelumnya (tempat yang sama) sebab tanaman akan mati.

 

Sedangkan untuk masalah lain, yakni terletak pada pertumbuhan akar yang terdapat semak pada pohon yang sudah dewasa. Dalam hal ini, anda harus segera memotong akar yang tumbuh.

Thursday, January 28, 2021

Cara Paling Mudah Budidaya Daun Alfalfa Di Rumah

Cara Paling Mudah Budidaya Daun Alfalfa Di Rumah

Bisa disebut jika Cara Paling Mudah Budidaya Daun Alfalfa Di Rumah ini sudah bukan suatu hal yang asing. Pasalnya sudah banyak web atau blog yang berbagi mengenai tips tersebut.

 

Alfalfa sendiri merupakan tanaman asal negara subtropik yaitu Asia Tengah, serta bisa ditanam di daerah mana saja di Indonesia. Akan tetapi, agar memperoleh hasil panen yang baik, maka akan lebih baik ditanam di daerah dengan ketinggian minimal 600 mdpl.

 

Cara Paling Mudah Budidaya Daun Alfalfa Di Rumah
Yang menjadi poin penting dalam budidaya alfalfa ialah harus ditanam pada lahan yang gembur, berpasir, serta berhumus. Hindari menanam di tanah liat ataulempung, apalagi tanah yang mudah tergenang air.

 

Jika kondisinya demikian, maka perakarannya harus menembus sangat dalam. Teruntuk tanaman yang sudah dewasa (sekitar umur 15 tahun), bisa mencapai ketinggian 10 meter. Namun ika ditanam pada lahan yang mudah tergenang, maka hanya akan menyebabkan pembusukan.

 

Nah bagi anda yang penasaran ingin budidaya sendiri daun alfalfa di rumah, berikut beberapa tahap yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber :

 

1. Mempersiapkan Lahan

Apabila pH sudah sesuai dengan kriteria, maka sudah tidak diperlukan penggunaan kapur dolomit. Lahan dibuat guludan dengan tinggi 30 cm dan lebar 1 meter.

 

Buat jarak tanam 20 cm antar barisan. Kemudian oleh laan sedalam 40 cm dengan cangkul atau alat sejenisnya. Haluskan dan gemburkan tanah dan semprot dengan pestisida organik yang selanjutnya dibiarkan selama 1 hari.

 

Tahap berikutnya, lanjutkan dengan penaburan Bokashi (pupuk kandang yang difermentasi) dosis 1 ton/ha serta tutup dengan tanah.

 

2. Penyemaian dan Penanaman

Pilihlah bibit atau benih alfalfa yang berwarna putih. Untuk satu hektar lahan, bisa ditabur sebanyak 20 kg. Penyemaian bisa dilakukan langsung pada area penanaman, sehingga tidak dibutuhkan area penyemaian khusus.

 

Pasalnya, jika bibit dipindahkan, maka hanya akan merusak akr dan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Caranya ialah dengan menabur benih pada sepanjang alur barisan yang sudah dibuat sebelumnya.

 

Jarak penanaman pada satu baris bisa sangat rapat, yaitu sekitar 1 hingga 2 cm antar butir benih. Kemudian disiram hingga tanah basah dan lembab.

 

3. Langkah Perawatan

Setiap satu hari sekali, anda bisa menyiramkan air secukupnya. Apabila banyak gulma, maka lakukan penyiangan menggunakan arit.

 

Bisa disebut jika tanaman alfalfa tidak rentan terhadap serdangan penyakit, bahkan hama juga enggan memakannya. Umumnya, hama yang menyerang daun alfalfa hanya berupa ulat daun. 

 

4. Proses Panen

Yang bisa dipanen atau diambil dari tanaman ini ialah bagian batang dan daunnya, sehingga proses panen yang dilakukan ialah dengan cara dipangkas hingga mendekati pangkal batang paling bawah.

 

Nantinya, alfalfa akan mengeluarkan tunas baru. Untuk masa panen pertama bisa dilakukan setelah tanaman berusia sekitar 51 hari. Untuk panen kedua setelah umur 35 hari sejak panen pertama, dan panen ketiga setelah umur 21 hari dari masa panen sebelumnya.

Wednesday, January 27, 2021

Cara Budidaya Daun Stevia Sendiri Di Halaman Rumah

Cara Budidaya Daun Stevia Sendiri Di Halaman Rumah

Tidak sedikit orang yang mencari referensi tentang Cara Budidaya Daun Stevia Di Halaman Rumah. Sehingga dalam hal ini, kami pun merasa terpanggil untuk memberikan referensi. Seperti apa dan bagaimana, akan lebih baik jika anda membacanya hingga tuntas.


Untuk saat ini, daun stevia dikenal sebagai pemanis alami yang berfungsi sebagai pengganti gula. Stevia sendiri merupakan tanaman semak yang bisa tumbuh secara liar. Akan tetapi, siapa yang menyangka jika daun ini bisa menjadi alternatif gula?

Cara Budidaya Daun Stevia Sendiri Di Halaman Rumah

Dikarenakan manfaatnya yang sangat besar, sekaligus jumlah peminatnya yang semakin banyak. Olahan dari daun stevia laris manis di pasaran. Nah, bagi anda yang ingin tahu cara budidaya daun stevia, berikut kami rangkum langkah-langkahnya :


1. Mempersiapkan Lahan

Stevia sangat mudah tumbuh di dataran rendah atau tinggi. Maka dari itu, pasti anda tidak akan merasa kesulitan menemukan lahan untuk menanamnya.


Syarat umum lahan untuk stevia ialah : terpapar sinar matahari, mempunyai pH tanah yang normal, mempunyai cukup kandungan unsur hara, serta kontur tanah yang gembur dan dekat dengan sumber air.


2. Penggemburan Tanah dan Pemberian Pupuk Dasar

Penggemburan tahan bertujuan agar lebih mudah dalam pengembangan akar stevia. Anda bisa memanfaatkan cangkul ataupun alat lainnya.


Sedangkan untuk pemberian pupuk, mempunyai fungsi sebagai stok cadangan unsur hara utama pada tanah. Dalam hal ini, anda dianjurkan untuk menggunakan pupuk yang berbahan dasar organik. Bisa dari pupuk kandang ataupun pupuk kompos.

 

3. Pembuatan Bedengan

Bedengan dibentuk di atas pupuk dasar. Disarankan mempunyai lebar 1 meter dengan tinggi sekitar 10 hingga 20 cm. Jarak antar bedengan minimal 40 cm.


Setelah bedengan dibentuk, selanjutnya dilapisi dengan plastik mulsa. Tujuannya agar bisa mencegah tumbuhnya gulma dan tanaman liar pada bedengan.

 

4. Proses Pembibitan Tanaman Stevia

Berbeda dengan tanaman lain, stevia bisa dibiakkan dengan metode generatif dan juga vegetatif. Namun yang paling sering digunakan ialah metode vegetatif.

 

Untuk prosesnya, anda bisa melakukan stek tanaman stevia, yakni dengan mengambil bagian batang ataupun bagian pucuk tanaman. Yang terpenting ialah, indukan yang digunakan harus masih muda dan berkayu.

 

5. Penanaman Bibit Stevia

Proses berikutnya dalam budidaya stevia ialah dengan menanam bibitnya pada bedengan. Buat lubang pada bedengan dengan kedalaman sekitar 10 cm dengan jarak minimal 30 cm antar lubang.

 

Kocor lubang dengan insektisida dan fungsisida, dan sirami bibit yang hendak di tanam pada bedengan. Tanamlah bibit stevia pada sore hari agar tercegah dari layu, serta siram setelah proses penanaman selesai.

 

5. Penyiraman Dan Pemupukan Susulan

Tanaman stevia bisa disiram mulai dari 5 hingga 8 hari sekali. Sedangkan untuk masa idealnya ialah 7 hari sekali saat musim kemarau. Sedangkan di musim hujan, mungkin penyiraman sudah tidak diperlukan.

 

Agar pertumbuhan stevia lebih cepat, maka dibutuhkan proses pemupukan susulan. Dalam hal ini, anda tetap harus memperhatikan dosis dan interval pemberian pupuk.

 

Pupuk yang digunakan ialah larutan pupuk NPK15-15-15 dengan perbandingan 1 gelas NPK untuk 40 liter air. Larutkan pupuk kemudian kocorkan pada tanaman secara merata.

 

6. Penanggulangan Hama dan Panen Daun Stevia

Stevia tergolong pada jenis tanaman yang tahan akan serangan hama dan penyakit. Meski begitu, anda tetap harus menjaganya agar tidak ada gulma atau sejenisnya.

 

Setelah stevia berusia mulai dari 40 hingga 60 hari, maka anda sudah bisa memanennya. Petik daun pada bagian pucuk dan yang terletak pada cabang.

 

Jarak waktu hingga masa panen selanjutnya ialah sekitar 30 hingga 40 hari. Yang terpenting, jangan memanen daun terlalu tua, sebab tingkat kemanisannya akan berkurang.

Friday, January 22, 2021

Tips Dan Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Tips Dan Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Adakah Tips Dan Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen? Jika melihat berkembangan zaman yang serba teknologi seperti sekarang, tentunya tidaklah sulit untuk mencari informasi. Tidak terkecuali cara tepat budidaya porang supaya bisa lebih cepat panen.


Seperti yang kita ketahui, porang merupakan tanaman dari jenis umbi-umbian yang mempunyai nilai jual tinggi. Kandungan senyawa glukomanan pada porang mempunyai khasiat yang baik untuk kesehatan.

Tips Dan Cara Budidaya Porang Agar Cepat Panen

Untuk saat ini, banyak orang khususnya petani yang berlomba-lomba untuk budidaya tanaman ini. Hal tersebut tidak luput dari permintaan pasar akan umbi dari tanaman porang yang semakin tinggi.


Dalam hal ini, harga porang ditenukan dari kualitas umbi. Semakin sedikit kadar air porang, maka akan semakin mahal harga jual di pasaran. Untuk porang basah, dibanderol sekitar Rp 9 hingga Rp 10 ribu per kg. Sedangkan untuk porang kering, bisa mencapai hingga Rp 300 ribu per kg.


Jika anda berniat untuk budidaya tanaman ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar umbi porang bisa cepat dipanen. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak tips berikut :


1. Mempersiapkan Lahan

Untuk memperoleh hasil yang lebih besar serta kualitas lebih tinggi, maka porang lebih baik ditanam pada lahan yang terbuka. Persiapan lahan pun sangat mudah, pasalnya anda hanya perlu membersihkan gulma serta membajak agar tanah menjadi gembur.


Siapkan lubang tanam dengan ukuran 25 x 50, kemudian isi setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos. Tujuannya agar porang bisa tumbuh maksimal.


2. Penanaman Porang

Dianjurkan untuk menanam porang pada awal musim hujan. Sebelumnya, lakukan pembibitan dalam polybag (tips ini berlaku untuk penanaman menggunakan biji). Namun butuh pembibitan jika metode yang digunakan menggunakan umbi atau katak.


Tanaman ini hanya bisa hidup dalam jangka waktu 5 bulan saja. Pasalnya setelah bulan kelima, porang akan menguning dan kemudian mati.


3. Perawatan Tanaman Porang

Tidak berbeda dengan tanaman jenis lain, porang juga membutuhkan perawatan secara rutin. Perawatannya pun sangat mudah, yakni pembersihan gulma, meninggikan guludan, penjarangan, serta pemberian pupuk.


Pembersihan gulma ditujukan agar pertumbuhan porang tidak terhambat. Sehingga anda harus rutin mengontrol tanaman pengganggu tersebut. Sedangkan untuk peninggian guludan, ditujukan agar bisa menimbun pangkal batang, sehingga batang bisa berdiri tegak dan umbi cepat berkembang.


Bagaimana dengan penjarangan dan pemupukan? Penjarangan sendiri mempunyai fungsi agar umbi yang tumbuh bisa lebih besar. Sebab jika terlalu banyak tanaman porang dalam satu lubang, justru sangat tidak baik. Umumnya, satu bibit akan menghasilkan 3 hingga 4 batang porang.


Dari sisi pemupukan, pastinya tidak dibutuhkan penjelasan yang lebih detail. Pemupukan dilakukan agar tanaman tumbuh subur.


4. Pemanenan Porang

Panen porang bisa anda lakukan jika umum tanaman sudah mencapai 7 bulan sejak masa tanam. Akan tetapi, bibit yang ditanam dari bibit katak umumnya membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 18 hingga 24 bulan.

Thursday, December 10, 2020

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Semakin dikenal, buah naga menjadi salah satu buah yang di favoritkan masyarakat Indonesia. Maka dari itu, banyak orang yang juga tertarik untuk menanamnya.


Buah naga sendiri mempunyai warna yang cerah serta kandungan air yang sangat tinggi. Bagaimana cara menanamnya? Buah ini sangat baik jika ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 20 hingga 500 mdpl.

Tips Dan Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

Tata cara penanaman pun harus dilakukan dengan tepat. Sebab jika salah langkah, justru bunganya akan rontok dan tentunya gagal penyerbukan yang sekaligus tanaman tersebut tidak akan berbuah.


Selain itu, tanaman buah naga juga membutuhkan air yang cukup. Sebab batangnya tidak tahan kering, namun juga akan membusuk jika kelebihan air.


Ingin mencoba menanam sendiri buah naga di rumah? Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.

 

1. Memilih Pot

Dalam hal ini, anda harus mencari pot dengan diameter minimal 40cm, sedangkan untuk tingginya 40cm. Dikarenakan buah naga bisa tahan hingga 20 tahun, maka pilih pot yang kuat dan sesuai.


2. Memilih Bibit

Bibit yang sehat tidak ada bercak dan tentunya tampak lebih segar. Sebab bibit yang buruk hanya akan menghasilan pohon yang tinggi tanpa buah.


3. Buat Tiang

Meski bisa tumbuh menjulang tinggi, namun batang buah naga tidak kokoh. Sebab buah naga tergolong pada jenis kaktus yang batangnya hanya berisi air.


Buatlah tiang sebagai penyangga, serta kreasikan sendiri agar batang buah naga bisa merambat dengan maksimal.


4. Membuat Media Tanam

Buah naga sulit tumbuh pada media tanam yang sangat basah. Bahkan setelah turun hujan, anda harus mengeringkan media tanam yang dipakai.


Bahan yang baik untuk media tanam ialah : tanah, pasir, pupuk kandang, batu bata merah / kerikil, dan kapur pertanian.


Selanjutnya, masukkan semua bahan tadi (hancurkan terlebih dahulu) ke dalam pot. Tujuan pemberian kerikil agar berfungsi sebagai porositas agar air tidak menggenang.


5. Memindahkan Bibit ke Pot

Masukkan bibit buah naga pada pot yang sudah di isi media tanam. Pastikan tiang penyangga terpasang baik. Dan berikan tekanan agar media tanam menjadi kokoh.


Letakkan pot yang sudah ditanami bibit pada area yang sedikit teduh. Biarkan bibit hidup, setidaknya 1 hingga 2 minggu.


Jika sudah ada tanda kehidupan, seperti halnya muncul tunas baru, maka pot bisa dipindahkan pada area yang terpapar sinar matahari secara langsung.


6. Penyiraman Dan Pemangkasan

Siram tanaman buah naga secara rutin, namun hindari air menggenag. Apabila musim kemarau, siram 2 kali sehari.


Selanjutnya, anda bisa memangkas sulur buah naga ang tidak sehat. Pangkas pula tunas baru apabila terlalu banyak.


7. Pemupukan

Pupuk sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah naga. Dalam hal ini, anda bisa menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk buatan.


Ketika tanaman sudah siap berbuah, gunakan pupuk dengan kandungan P dan K-nya tinggi. Contoh paling sederhana ialah pupuk kandang dari kotoran kambing.


Selain beberapa langkah penanaman dan perawatan diatas, anda juga perlu menyiangi gulma yang tumbuh di dalam pot. Bersihkan rumput yang bisa mengambil nutrisi yang seharusnya diambil oleh buah naga.

Thursday, November 19, 2020

Cara Menanam Serai Di Rumah Paling Mudah

Cara Menanam Serai Di Rumah Paling Mudah

Serai atau yang juga dikenal dengan nama sereh mempunyai banyak sekali manfaat. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang membudiyakannya.


Bisa disebut jika serai termasuk pada jenis tanaman rerumputan dan dikenal sebagai tanaman obat lantaran mempunyai khasiat bagi kesehatan.

Cara Menanam Serai Di Rumah Paling Mudah

Nah, bagi anda yang penasaran ingin menanam serai sendiri dirumah. Berikut beberapa langkah yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.


1. Proses Pembibitan

Poin pertama dalam menanam serai ialah memperhatikan cara pembibitan yang benar. Langkah ini tidak harus repot dengan menyemai biji, sebab penanaman bisa langsung dengan batang yang sudah jadi.


Perhatikan dan periksa daun serai, jika daun sudah memiliki akar, maka anda bisa menanamnya langsung ke tanah.


Namun untuk serai yang tidak berakar, anda harus menumbuhkannya menggunakan media tanam air, sebelum akhirnya dipindahkan pada pot ataupun polybag.

 

Cara menanam serai menggunakan media air

Pengembangbiakan serai nyatanya bisa menggunakan media air. Untuk alat dan bahan yang dibutuhkan ialah :

  • Wadah berupa gelas atau mug dengan ukuran sedang, air bersih, dan daun serai tanpa akar.
  • Masukkan serai tanpa akr tersebut ke dalam gelas yang sudah di isi 1/4 air bersih dengan suhu normal.
  • Pastikan serai berdiri tegak (tidak miring) dan pastikan pula bagian bonggol bawah terendam air.
  • Jaga volume air tidak berlebihan, kemudian simpan gelas berisi serai tadi pada area yang tidak terpapar sinar matahari langsung.
  • Umumnya, waktu tumbuh memerlukan waktu 1 minggu. Semakin panjang daun, maka akar akan semakin cepat tumbuh.


Cara Menanam Serai Menggunakan Media Tanah

Penting diketahui, serai bisa tumbuh dengan sistem vegetatif (menanam batangnya). Hal ini yang juga menjadikan tanah sebagai media tanam terbaik.
Langkah penerapannya pun sederhana, dan alat yang dibutuhkan hanyalah : pot tanah dengan ukuran sedang, tanah, cetok, sekam padi, pupuk kandang (kompos), bibit tanaman serai yang sudah muncul akar.


Cara penanamannya ialah : 

  • Campur tanah dengan sekam padi, sekaligus pupuk kandang yang sudah disiapkan. Perbandingan yang diterapkan 2:1:1.
  • Setelah tercampur, masukkan ke dalam pot dan buat lubang pada tengah-tengah tanah sedalam 10 hingga 15 cm.
  • Tancapkan bibit serai yang sudah berakar, pastikan posisinya berdiri tegak dan tidak layu.
  • Tutup kembali lubang dengan tanah dan padatkan.
  • Proses akhirnya ialah dengan menyiram dengan air hingga permukaan tanah basah.


2. Langkah Perawatan

Tidak hanya memperhatikan cara tanam saja, anda juga harus paham dengan langkah perawatan agar serai bisa tumbuh baik.


Cara yang paling sederhana ialah dengan menjaga pemupukan dan penyiraman. Disarankan untuk penyiraman dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, dengan tujuan agar daun tidak layu.


Sedangkan untuk pemupukan, disarankan melakukannya ketika usia serai sudah mencapai 4, 8, hingga 16 minggu. Akan tetapi, anda juga harus berhati-hati dengan tumbuhan parasit yang tumbuh disekitar serai.


3. Proses Panen Serai

Jika sudah melalui semua tahapan diatas, sekarang saatnya anda bisa memanen hasil. Serai bisa dipanen setelah berumur 8 hingga 10 bulan.


Bagaimana? Cukup mudah dan sederhana saja bukan?

Taman Belakang

[Taman][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done